Tentang Rainas 2012 di Papua: ‘Aku Pasti Bisa, Pak’


Oleh Yosea Kurnianto pada 10 Februari 2012 pukul 3:07 ·

…. Cerpen …

“Pak, saya dengar dari kakak Pembina, akan ada Raimuna Nasional bulan Juli besok di Papua pak’ kata Astrid kepada bapaknya. ‘Raimuna itu apa sih, nak? Kok jauh-jauh di Papua, kalau cuma kemah kayak biasa mbok ya di lapangan kelurahan itu saja.’ jawab bapak sambil terus menggergaji kayu di belakang rumah. Astrid selalu terbuka terhadap bapaknya. Semenjak ibunya meninggal tiga tahun lalu, ia selalu membantu bapaknya menerima dan mengatur order yang masuk. Pak Jamil, ayah Astrid, berprofesi sebagai tukang kayu, namun berkat dukungan sebuah program pemerintah, ia membuka usaha meubel sederhana di rumahnya sendiri.

Kini Astrid duduk di kelas dua SMA. Astrid beruntung mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di sebuah SMA terfavorit di kota itu. Ia memang tak selalu menjadi juara kelas, namun keaktifannya membuahkan prestasi-prestasi yang sangat membanggakan. Beberapa karya ilmiah remaja yang ia buat membawa piala baru untuk sekolah tersebut. Ada satu hal yang menarik dari gadis berambut panjang dan bermata indah ini, ia aktif di Pramuka.

‘Lho, kok di lapangan kelurahan, memangnya kemah SMA pak. Ini se-Indonesia lho pak, dari Sabang sampai Merauke,’ tanggap Astrid. ‘Waduh, banyak orang dong yang datang. Itu pada ngapain di sana sebanyak itu?’ bapak berhenti menggergaji dan berjalan menuju Astrid. Bapak duduk di samping Astrid dan meminum kopi yang Astrid bawakan.

‘Ini namanya Raimuna pak, Raimuna itu dari bahasa Ambai, daerah Yapen Timur, kabupaten Yapen Waropen, di Papua pak. Rai artinya sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan  bersama. Nah, Muna itu daya kekuatan jiwa seseorang yang berpengaruh baik dalam mencapai kesuksesan. Jadi pak, Raimuna itu artinya sekelompok orang yang hidup dalam suatu kekuatan dengan dijiwai oleh sesuatu daya kekuatan yang selalu memberi semangat tinggi dalam mencapai tujuan pak.’ jelas Astrid. ‘Berarti yang bisa datang ke Raimuna hanya yang Pramuka yang selalu bersemangat ya?’ tanya bapak.

Astrid mengambil piring berisi pisang goreng yang ia buat dan menawarkannya pada Bapak. Suasana sore di belakang rumah mereka selalu memberikan nuansa yang bersih, tenang, dan segar. Astrid memandang cahaya jingga yang dipancarkan sang mentari sebelum bumi memberikan kesempatan kepada belahan lain untuk menikmati cahaya itu. ‘Ya, tentu saja pak. Pramuka yang selalu bersemangat pasti akan menjalankan nilai-nilai yang ada dalam janji dan dharma Pramuka. Mereka selalu siap sedia, berusaha melakukan yang terbaik, dan pantang menyerah’ Astrid melanjutkan.

Bapak tersenyum melihat anaknya berkata seperti itu. ‘Yang bapak tahu, kamu ini Pramuka yang bersemangat. Coba ingat, berapa piala kamu bawa pulang? Yang cerdas cermat lah, pidato bahasa Inggris lah, lomba tari lah, bahkan Bapak malu karena ga pernah ngajarin kamu, tapi bangga karena kamu bisa lakukan itu semua.’ terang Bapak. Astrid melihat mata Bapak, ia menemukan wajahnya di bola mata Bapaknya yang memang sudah tak sesegar dahulu.

‘Pak, apa bisa aku ikut Raimuna di Papua?’ tanya Astrid. ‘Kenapa kamu tanya seperti itu?’ bapak balik bertanya. ‘Kakak pembina menyampaikan bahwa biayanya cukup mahal pak, untuk perjalanan saja sudah memakan banyak uang pak, dan Astrid dengar di sana harga-harga mahal pak. Ya, mungkin bisa dapat sponsor, tapi kan ga bisa ngandelin itu aja pak’ Astrid meluapkan kekhawatirannya.

‘Nak, teman bapak pernah tinggal di Papua karena sebuah tugas. Ia bercerita bahwa di sana sangat lah indah. Papua itu tanah yang kaya dan luar biasa, orang-orangnya baik, dan lagi, kekayaan budayanya tidak ada yang menandingi. Tentang harga, ia bercerita bahwa ya, normal.Tidak jauh beda dengan di sini. Jadi yang mahal itu bukan hal itunya, yang lebih mahal adalah persatuan dan kesatuan bangsa.’ Bapak menjelaskan pandangan bijaknya pada Astrid. ‘Maksud Bapak? Tapi pak, tabungan Astrid ga cukup untuk ikut pak’ ucap Astrid.

‘Hahaha..’ bapak tertawa kecil. Ia mengambil cangkirnya kembali dan meneguk kopi bikinan anaknya. ‘Bapak selalu percaya ketika ada niatan baik dan dibarengi dengan usaha, mimpi kita akan jadi nyata’. lanjut bapak. ‘Kamu benar ingin ikut Raimuna di Papua, nak?’ tanya bapak kembali. ‘Tentu saja pak! Astrid ingin bertemu Pramuka dari seluruh Indonesia, berbagi, belajar, dan melayani masyarakat bersama mereka pak!’ jawab Astrid semangat. ‘Kalau begitu ayo kita berusaha. Bapak memang tidak bisa berjanji, tapi Bapak akan berusaha supaya Astrid bisa ke Papua. Nak, Raimuna bulan Juli kan? Masih ada beberapa bulan untuk berusaha. Terus berdoa dan lakukan yang terbaik ya.’ ucap Bapak sambil merangkul Astrid.

Mata Astrid berkaca-kaca mendengar ucapan bapaknya. Tentu saja, mungkin orang akan berpikir bapaknya cuma tukang kayu, bagaimana mungkin ia bisa ikut Raimuna ke Papua? Namun Astrid tahu, hati bapaknya sungguh mulia. Ia menyandarkan kepala ke bahu bapaknya, ‘Terima kasih pak, Astrid juga akan berusaha yang terbaik. Aku pasti bisa pak, pasti bisa.’ ucapnya sambil menguatkan kepalan tangannya.

‘Tunggu aku Papua! Aku dan teman-temaku, keluargamu, akan datang dan merayakan serta mendeklarasikan rasa banggaku menjadi Pramuka Indonesia. Ya, Raimuna Nasional X tahun 2012 di Papua akan menjadi momentum persatuan bangsa. Aku akan menjadi bagian di dalamnya. Aku pasti bisa.’ Astrid berkata dalam hatinya.

Cahaya jingga mentari meredup, suara burung yang kembali ke sarangnya mulai berkurang, angin sepoi menjadi makin dingin. Bapak mengajak Astrid masuk ke dalam rumah.

Jakarta, February 2012 – Karena masa depan(mu) sungguh ada, dan harapanmu tidak akan pernah hilang (Proverbs 23:18)

Yosea Kurnianto – A passionate learner

*Cerita ini hanya fiktif belaka; kesamaan nama tokoh, lokasi, atau bahkan kejadian adalah tidak disengaja.

 

sumber : http://www.pramuka.or.id/news/2012/02/14/tentang-rainas-2012-di-papua-aku-pasti-bisa-pak/#more-2335

One Response to Tentang Rainas 2012 di Papua: ‘Aku Pasti Bisa, Pak’

  1. ahkam says:

    like this, keren ceritax kak. sangat inspiratif mnurut sy pribadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: