Kegagalan & Keberhasilan event pertamaku


aku paling senang dalam membuat dan mengerjakan sebuah event,ketika event itu terlaksana dengan baik dan dapat menyenangkan semua pihak itu adalah tolak ukur dari keberhasilanku bersama teman-teman penyelenggara event. Kemampuanku baik dalam pola pikir maupun tindakan saat membuat suatu event tidak terlepas dari pengalaman gagal. Mungkin disini aku bisa bercerita sedikit mengenai pengalaman itu dan berharap bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman yang ingin memulai membuat suatu event.

Dulu aku tinggal di daerah Kalimantan Timur yang bernama Pulau Bunyu,berdekatan dengan Tarakan. SMA di Bunyu itu hanya ada SMAN 1 dan MAN,aku sendiri bersekolah di SMAN 1 Bunyu. Ketika masa-masa SMA itu aku sangat senang dengan berbagai aktivitas seperti OSIS dan Pramuka. Mulai dari kelas 1 aku sudah sering mengikuti kepanitiaan acara-acara di sekolah dan tiba saat aku sudah duduk di kelas 2,aku dipercaya untuk menjadi ketua panitia dari acara Isra Miraj yang agendanya adalah,lomba masak,tausiyah,adzan dan peragaan busana muslim. Karena ingin mendapatkan pengalaman baru maka aku menerima untuk dijadikan sebagai ketua. Tibalah saatnya mempersiapkan segala hal mulai konsep acara hingga perlengkapan dan kebutuhan lainnya. Selama persiapan hingga pelaksanaan aku melupakan satu hal penting yaitu,”apa sebenarnya peranan seorang ketua?”. Jadi aku cuma melakukan segala hal yang aku bisa lakukan yang kemudian ternyata aku telah melupakan anggota panitia yang lain. Jadilah pada saat pelaksanaan agendanya menjadi kacau balau,aku harus kesana kemari sendiri dan mempersiapkan segala sesuatu nyaris sendirian dikarenakan anggota panitia yang lain tidak tahu harus melakukan apa karena aku tidak pernah berkoordinasi dengan mereka. Banyak keluhan dan kritikan dari teman-temanku sesama panitia maupun dari peserta. Inilah event pertamaku yang menurutku sebuah kegagalan,namun hal itu tidak menghentikanku untuk terus berkreativitas dalam membuat event. Karena saat mengalami kegagalan aku menjadi penasaran bagaimana caranya agar aku bisa berhasil. Sehingga aku belajar dari kegagalan itu dan merubahnya menjadi keberhasilan.

Dari pengalaman gagal tersebut aku tidak pernah lagi dipercaya oleh teman-temanku untuk menjadi ketua panitia,hingga suatu saat aku melihat ada kesempatan bagiku untuk merubah kegagalan itu menjadi keberhasilan dan mengembalikan kepercayaan teman-temanku bahwa AKU BISA!. Pada saat aku sudah di kelas 3,aku menjadi Dewan Ambalan di Pramuka dan memegang jabatan sebagai giat operasional (bidang kegiatan). Setiap penerimaan siswa baru sekolahku selalu mengadakan MOS (Masa Orientasi Siswa) yang dipegang oleh OSIS dan Orientasi Ambalan yang dipegang oleh ekskul Pramuka. Disinilah perananku sebagai giat operasional untuk membuat konsep Orientasi Ambalan untuk siswa baru.

Saat masa-masa pendaftaran siswa baru aku sempat terkejut ketika mendapat kabar dari Pembina Pramuka bahwa tahun itu sekolah tidak akan melaksanakan Orientasi Ambalan. Namun aku tidak pasrah begitu saja dengan kabar tersebut,lalu aku pun terus melobi kepada Pembinaku untuk melobi kepada Kepala Sekolah bahwa Orientasi Ambalan itu perlu dan penting untuk pembinaan awal terhadap karakter siswa baru. Ternyata usahaku meyakinkan Pembinaku tidak sia-sia karena pada akhirnya sekolah setuju untuk melaksanakan Orientasi Ambalan. Kemudian Pembinaku meminta agar aku membuat proposal dan konsep kegiatan serta anggaran dananya. Dengan semangat aku segera membuat konsep dan proposal tersebut namun tanpa bantuan teman-temanku karena aku ingin memberi kejutan kepada mereka tentang konsepku ketika sudah diterima oleh pihak sekolah.

Setelah aku selesai membuat konsepnya aku segera mengajukan kepada Pembinaku dengan biaya total Rp. 1.500.00,- yang dilaksanakan selama 4 hari. Anggaran tersebut aku hitung berdasarkan kebutuhan perlengkapan dan konsumsi untuk panitia dan juga peserta. Namun,ketika mengajukannya ternyata ditolak karena pihak sekolah hanya menganggarkan Rp.500.000,- untuk acara Orientasi Ambalan tersebut. Lagi-lagi aku tidak menyerah begitu saja dan dengan segera aku menghitung ulang pengeluaran biaya tersebut dan berhasil aku minimalisirkan menjadi Rp. 386.000,-. Saat mengajukannya kembali tentu saja langsung diterima dan disetujui oleh pihak sekolah. Kemudian langkah selanjutnya aku mengkoordinir teman-teman panitia lain mengenai konsep tersebut. Hal-hal yang dulu membuatku mengalami kegagalan kujadikan pembelajaran sehingga tidak akan terulang lagi.

Dimulai dari hari pertama hingga terakhir aku benar-benar mengecek detail tentang agenda yang telah terlaksana maupun yang akan dilaksanakan karena aku tidak ingin mengalami kegagalan yang sama,setidaknya kegagalan baru yang tidak begitu menjadi kendala di kegiatan tersebut. Setelah pelaksanaan kegiatan selesai aku merasakan atmosfir keberhasilan yang pertama karena mendapatkan pujian dari teman-temanku dan Pembinaku. Bahkan juga banyak dari para peserta yang memberikan kesan dan pesan yang baik,akan tetapi ada juga yang tidak merasa berkesan. Kegiatan itu menjadi cerita tersendiri bagi kami para panitia dan peserta hingga saat ini yang mungkin tidak akan terlupakan. Karena 2 tahun setelah itu saat aku pulang berlibur dirumah (udah kuliah di Jogja) aku diminta oleh Pembinaku yang dulu dan juga beberapa adik tingkatku yang dulu menjadi peserta di kegiatan Orientasi Ambalan untuk ikut serta dalam kegiatan Orientasi Ambalan lagi di tahun itu. walau sudah 6 tahun berlalu dari ceritaku itu,kadang aku dan teman-temanku yang dulu juga sebagai panitia dan adik tingkatku yang pernah menjadi peserta bernostalgia mengingat kegiatan tersebut.

 

Cerita tersebut di atas akan selalu menjadi pembelajaranku untuk terus melakukan yang terbaik,karena kegagalan bukan untuk menghentikan langkah kita akan tetapi kegagalan itu dapat membuat kita melompat untuk mencapai keberhasilan. Dari kegagalan yang aku alami aku mencoba untuk menganalisa kenapa aku bisa gagal dan kemudian mencari solusinya agar tidak gagal lagi bahkan membuat sesuatu yang lebih baik.

dari pengalaman tersebut aku juga memiliki beberapa prinsip yang selalu aku pegang dalam membuat suatu event :

– Tidak akan mengulangi kegagalan yang sama 2x,walaupun mengalami kegagalan harus hal yang baru karena segala sesuatunya tidak ada yang sempurna.

– Mempelajari lebih lanjut tentang hal yang akan aku lakukan,jangan bertindak tanpa pengetahuan apapun.

– Jadikan hal yang biasa menjadi luar biasa!

– Jadikan suatu kekurangan itu menjadi suatu kelebihan.

– Keberhasilan itu diraih bersama!

semoga tulisan di atas ini bisa menjadi satu cerita atau insipirasi bagi siapapun,karena kita semua pasti memiliki cerita yang berbeda. Aku hanya ingin berbagi karena kesuksesan itu adalah milik kita semua,dan kamu sebagai individu berhak atas kesuksesanmu seperti kata Andrie Wongso “Success is your right!” . Jangan pernah takut untuk memulai segala sesuatu hanya karena kamu belum pernah mengalaminya,”Kesempatan tidak hanya dicari,tapi buatlah kesempatan itu untuk dirimu!”

 

 

By : Ryon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: