Cerita dalam Organisasi


Saat ini banyak sekali organisasi kepemudaan yang dipelopori oleh para pemuda itu sendiri sebagai wadah untuk menyalurkan minat atau bakat serta dalam hal pengembangan diri. sudah tidak terhitung lagi organisasi pemuda yang berdiri dan exist di bidangnya masing-masing. Namun,kali ini penulis akan membahas organisasi yang bernaung di universitas yang biasa disebut UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa).

UKM-UKM tersebut berdiri sesuai dengan inisiatif dan penyaluran minat serta bakat para anggotanya masing-masing. Baik dari hal pengalaman maupun bidang yang dikuasai berbeda dari satu UKM dengan UKM lainnya. Dari hal itu juga dengan jelas menyatakan bahwa tingkat kemampuan dari suatu bidang para mahasiswa yang notabene menjadi anggota UKM juga berbeda-beda Akan tetapi lain halnya jika dilihat dari sudut pandang kemampuan berorganisasi secara umum yaitu,mengenai kepemimpinan,administrasi,kesekretariatan,kepengurusan,dkk harusnya bisa menjadi kesetaraan kemampuan para anggotanya.

Ukuran kemampuan dalam keorganisasian bisa dilihat dari jam terbang para anggotanya atau biasa disebut “pengalaman” yang mumpuni. Selama ini kemampuan tersebut hanya diketahui/dipahami oleh pihak intern UKM/organisasi tersebut. Ini berarti dari organisasi/pihak luar belum sepenuhnya memahami kemampuan atau cara kerja dari organisasi diluarnya.

Hanya saja yang saya herankan,kenapa masih ada pihak-pihak yang tertutup dalam artian tidak mau menerima masukan,saran/kritik dari pihak luar. Karena seringkali UKM-UKM tersebut terlibat dalam satu kegiatan bersama. Pemahaman mengenai perbedaan itu harus diketahui oleh semua pihak,karena mau tidak mau saat UKM tersebut bergabung dalam satu kegiatan semuanya harus memiliki pendapat yang searah. Jika tidak maka yang akan terjadi adalah kesalahpahaman atau perselisihan di antaranya. kalau sudah begitu,dimana semangat persatuan para pemuda tersebut???????

Memang segala sesuatu itu pasti memiliki perbedaan,tinggal bagaimana saja sikap kita menghadapinya atau dalam hal ini sikap dari anggota UKM tersebut. Dan juga seharusnya siapapun yang memiliki pengalaman lebih dalam suatu UKM itu harus berbagi dengan lainnya,bukan malah mencemooh di belakang. Hal itu sering terjadi dan itu membuat saya sebagai seorang aktivis merasa “risih”.

Namun,ada juga kasusnya adalah dimana saat kita ingin berbagi pengetahuan serta ilmu di antara yang lain malah terjadi “kesinisan” karena dianggap “sok tau!”.  Dan ada juga kasus yaitu,dimana seseorang yang sudah lama berlalu lalang di organisasi namun tidak memiliki kemampuan untuk berargumentasi atau bersikap bijak. Sehingga keputusan atau kebijakan yang diambil seringkali bersifat “sepihak”.

Dari tulisan di atas mungkin masih banyak contoh kasus lainnya atau kejadian yang dialami oleh para aktivis organisasi. Hanya saja saya tuliskan pada blog ini sebagai gambaran/sharing mengenai polemik dalam berorganisasi. Tapi pada intinya masalah apapun yang dialami dalam berorganisasi bisa dijadikan sebagai pembelajaran dalam kehidupan bermasyarakat serta bagaimana secara bijak kita sebagai aktivis organisasi bisa menghadapinya secara bijak dan bermusyawarah.

Bhinneka Tunggal Ika…….

By : RyOn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: