Jasa EO dan Outbond & Adventure di Jogja (CMAO)


CIKAL MUDA ADVENTURE & ORGANIZER
Persaingan di dunia EO yang berkembang pesat saat ini membuat kami memantapkan diri untuk melangkah lebih inovatif, kreatif dan terpercaya. Membuat sesuatu yang biasa menjadi luar biasa,itulah yang selalu menjadi motivasi kami dalam membuat suatu event. Berangkat dari SDM yang berpengalaman menjadikan kami lebih siap untuk ikut bersaing dalam pasar global.
Berbasis di Yogyakarta yang notabene sebagai kota pelajar dan budaya,kami mengedepankan kearifan budaya local dalam membuat konsep suatu event. Serta event-event yang kami laksanakan selalu memiliki nilai-nilai yang menjadi plus value.
Dengan semangat muda dan konsep yang berbeda kami mencoba untuk menawarkan kepada calon klien dan masyarakat luas bahwa kami mampu berperan serta sebagai EO yang Terpercaya untuk Berkarya.

MOTTO :
“Terpercaya Untuk Berkarya”

INFO PROGRAM

A. Event Organizer
• MICE – Meeting, Insentive, Conference, & Exhibition
Meliputi penyelenggaraan pertemuan bisnis, pameran, perayaan ulang tahun, seminar, workshop dan lain halnya.
• Entertainment event organizer
Bisnis hiburan menjadi salah satu fokus usaha kami karena dengan ini bisa juga menjadi media yang sangat baik untuk promo atau peningkatan citra suatu perusahaan/instansi.
• Social Event
Dalam upaya kami untuk menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas SDM maka kami menjadikan suatu prioritas untuk fokus usaha ini dalam bentuk kegiatan-kegiatan sosial. Selain itu diharapkan bisa menjadi suatu konsep yang membangun kepercayaan masyarakat terhadap suatu instansi.

 
B. Outbond and Adventure
Sebagai bentuk kepedulian kami dalam pengembangan kualitas SDM masyarakat Indonesia kami membuat konsep Outbond and Adventure yang memiliki nilai-nilai edukasi sesuai dengan kebutuhan peserta dan tantangan global.
1. Company gathering
2. OMT (Outbond Management Training)
3. Outbond kid
4. Leadership camp
5. Dll

 

 
C. Tour and Travel
1. Study tour
2. Family trip
3. Dll

D. IT Services
1. Pembuatan website dan blog
2. Pengadaan barang (Software & hardware)
3. Pelatihan SDM

E. Handycraft and Merchandising
Sebagai usaha peningkatan kreativitas para pemuda dan masyarakat luas kami menyediakan handycraft dan merchandising untuk berbagai jenis event serta tidak lupa mengangkat ke-khas-an dari kota Yogyakarta.

F. Human Resources
Kami juga menyediakan SDM dan talent untuk mengisi event-event yang dilaksanakan oleh para klien.
1. MC
2. Outbond Fasilitator
3. Trainer / Motivator
4. Consultant
5. SPG / Usher
6. Dancer (Modern & Traditional)

Mengelola Pramuka yang Independen dan Lintas Partai


ARTIKEL DIPUBLIKASIKAN PADA 21 SEPTEMBER 2010

oleh : Dr. Ir Hetifah Sjaifudian, MPP

Peran parlemen pada masalah kepramukaan di Jepang maupun Korea ternyata sngat baik. Mereka tidak sekadar membuat Undang-Undang (UU), tetapi secara aktif turut mendukung dalam aktivitas. Bahkan saking mendukung, di dua negara tersebut membentuk kaukus dan tergabung dalam sebuah asosiasi parlemen internasional untuk kepramukaan.

Anggota parlemen juga membuktikan diri peduli pada gerakan kepramukaan. Misal jumlah anggota parlemen di Korea ada sekitar 200-an orang. Dari jumlah itu, ada sekitar 170-an anggota yang secara sukarela mendaftar jadi anggota Pramuka. Setelah mendaftar, tentu bukan sekadar pasang nama, tetapi mereka pun turut serta mengikuti kegiatan-kegiatan. Salah satu yang menarik adalah membuat semacam jamboree di sekitar gedung DPR di Jepang atau Korea.

“Jadi ada dukungan bukan dalam bentuk uang, tetapi moral,” ujar anggota DPR RI Komisi X Dr. Ir Hetifah Sjaifudian, MPP yang kini sibuk menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) kepramukaan ini.

Pramuka di jepang Mengelola Pramuka yang Independen dan Lintas Partai
Anggota Pramuka di Jepang grade 1-3, Brownie Branch. Belajar fun dan menolong orangtua di rumah.

Baik di Jepang maupun di Korea, gerakan kepramukaan memang sangat diwarnai oleh kultur. Misalnya di Jepang. Kita mengenal istilah bushido, yakni berani dan cinta tanah air. Jadi para anggota Pramuka benar-benar ditanam nilai-nilai sesuai semangat bushido yang berani dan cinta tanah air itu. Bukan sekadar lyp service dengan menguncap janji selama aktivitas, tetapi di luar aktivitas janji tersebut hilang.

Kegiatan Pramuka juga dibuat sedemikian rupa, sehingga anggotanya benar-benar IT minded dan update dengan life style yang ada di lingkungan mereka. Sebab, di dua negara itu Pramuka dijadikan semacam alternatif bagi anak-anak muda. Pramuka tidak dibuat sebagai organisasi jadul. Dengan IT minded atau update pada lifestyle, anak-anak muda yang masuk menjadi anggota bisa bangga. Jangan heran jika melihat anggota Pramuka di Jepang atau Korea yang rambut mereka dicat warna-warni. Kostum pun mengikuti trend mode zaman sekarang. Intinya, life style anggota benar-benar update.

Sebenarnya dahulu pemerintah Jepang dan Korea mengalami masalah yang sama dengan Indonesia, yakni soal menjadikan Pramuka sebagai organisasi yang mencetak generasi bangsa yang berkarakter nasionalis. Namun nampaknya kedua negara ini sudah bisa mengelola Pramuka secara profesional, sehingga masaah gerakan pramuka sebagai alternatif pendidikan karakter generasi penerus (istilah Jepang da Korea generasi penerus, sementara kita generasi bangsa), sudah bisa diselesaikan.

Soal struktur kepramukaan, di Jepang maupun Korea ada berbagai basis. Ada yang berbasis ke komunitas, kewilayahan, apa pula yang berbasis sekolah. Kalau di Indonesia kebanyakan hanya berbasis sekolah. Pramuka di RT atau di RW malah tidak ada. Padahal membangun pramuka dengan basis kewilayahan atau komunitas itu juga penting, bukan cuma di sekolah.

“Jadi Pramuka benar-benar sudah masuk ke organisasi masyarakat yang berada di tingkat yang paling kecil, seperti wilayah dan komunitas itu,” jelas Hetifah. “Benar-benar mandiri pengelolaannya.”

uniform1jepang Mengelola Pramuka yang Independen dan Lintas Partai
Seragam Pramuka di Jepang untuk Brownie, Junior, Senior, dan Ranger. Variatif!

Bahkan, lanjut Hetifah, orang yang punya jabatan publik dilarang untuk menjadi pengurus di pramuka. Bukan dilarang bergabung menjadi anggota, tetapi menjadi pengurus. Kenapa? Sebab di Jepang dan Korea, mereka yang sudah menjadi pejabat publik harus fokus melakukan pekerjaan sebagai pejabat publik. Begitu pula di dalam Pramuka. Agar Pramuka independent dan juga dikelola dengan baik, maka pengurus pramuka benar-benar harus fokus mengurus pramuka. Pramuka tidak sekadar dijadikan oraganisasi iseng-iseng.

“Istilahnya tidak boleh merangkap jabatan jika ingin menjadi pengurus Pramuka,” tegas perempuan yang sejak SD sampai SMP ini aktif dalam Pramuka.

Soal independensi ini, Pramuka di Jepang dan Korea tidak mengandalkan Angaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebagaimana di Indonesia. Di Jepang dan Korea menjadikan Pramuka semacam korporasi yang dikelola secara professional. Percaya atau tidak, pengelolaan Pramuka ini mirip dengan perusahaan Hollywood yang menjual item-itemmarchendising ketika ada film yang sedang beredar. Ada boneka Pramuka dengan pakaian aneka rupa seperti kalau kita membeli tokoh-tokoh kartun Toy Story. Seru bukan? Khusus untuk merchandizing ini, mereka sampai punya katalog. Silahkan klik http://www.scout-store.com di situ banyak merchandising yang menarik dan dijual.

Pramuka juga memiliki gedung, dimana gedung tersebut disewakan. Ada juga unit-unit usaha, dimana beberapa pengurus digaji di unit usaha tersebut. Aktivitas tersebut jelas membuat Pramuka kreatif dan pengelolaan dana sangat independen tapi akuntabilitasnya tetap bisa dipertanggungjawabkan. Intinya, Pramuka di Jepang dan Korea dibuat sebagai organiasi yang menghasilkan dan mandiri. Tentu, selain dana tersebut, tentu saja ada dana dari iuran para anggota.

uniform2jepang Mengelola Pramuka yang Independen dan Lintas Partai
Pakaian Pramuka di Jepang untuk Camp dan Adult. Seperti Pramugari ya?

“Ketika membuat kegiatan seperti Jambore, Pramuka tetap bisa meminta dana dari pemerintah. Mereka harus membuat proposal terlebih dahulu, bukan otomatis mendapat dana dari APBN seperti di sini. Dana yang didapat dari pemerintah itu pun tidak lebih dari 30%, kok.”

Organisasi kepramukaan di Korea berada di bawah Gender Equality dan Family Walfare Departemen. Sebab, pemerintah Korea melihat Pramuka adalah sebagai organisasi yang bisa mencetak generasi penerus bangsa, dimana individu-individunya tentu saja berasal dari keluarga. Pramuka dianggap sangat penting, bukan sekadar organisasi biasa. Itulah mengapa Indonesia perlu mencontoh dua negara Asia ini.

Di Jepang, ada tingkatan kepramukaan, yakni BrownieJuniorSeniorRanger. Masing-masing tingkatan memakai kata Branch di belakang tingkatan tersebut. Brownie Branch atauRanger Branch, misalnya. Brownie berada di grade 1-3. Usia anggotanya antara 6-8 tahun. Aktivitas di grade ini semuanya fun. Yang menarik adalah diajarkan bagaimana membantu orangtua di rumah. Bukan sekadar belajar tali temali, tetapi membantu keluarga di rumah.

Lain lagi ketika menginjak di grade 4-6, dimana sudah masuk ke Junior Branch. Anggota yang berusia antara 9 sampai11 tahun ini baru diajarkan berkordinasi dengan orang lain. Ada manajemen mengelola pekerjaan yang sederhana, termasuk menjalankan corporate social responsibility. Lalu di grade 12 sampai 14, dimana sudah masuk ke Senior Branch, para anggota mulai diajarkan memilih program dan men-develop skill mereka agar bisa menjadi skill yang berguna dalam dunia kerja.

Grade terakhir adalah anggota yang berusia 15 sampai 17 tahun, dimana mereka melakukan prakter kerja lapangan. Jadi skill yang mereka sudah develop di gradesebelumnya dipraktekkan, sehingga mereka memiliki pengalaman yang berharga untuk dirinya, keluarga, maupun bangsa.

Di Korea, saking independen dan pengelolaan dananya tidak sekadar bergantung pada APBN, di organisasi kepramukaan negara ini bisa memberikan beasiswa bagi anggotanya. Belum lama ini lebih dari 5,000 Pramuka muda mendapatkan beasiswa yang bernamaScout Scholarship Award. Beasiswa tersebut diserahkan oleh President of Korea Scout Association Kang Young Joong.

Menangani kepramukaan memang bukan sekadar pekerjaan satu Komisi atau Departemen di pemerintah saja. Bukan cuma Komisi X atau Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), tetapi lintas Komisi maupun Departemen. Sebab, Pramuka bukan sekadar organisasi biasa. Dalam aktivitas kepramukaan bisa menyangkut banyak hal. Pelestarian lingkungan atau menyelamatkan cagar budaya, misalnya. Jelas jika aktivitas ini menyangkut juga dengan Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) maupun Komisi yang mengurusi masalah lingkungan.

Pengelolaan dengan lintas Komisi ini membuat keterlibatan parlemen dalam kepramukaan ini jadi vital. Saat ini Indonesia belum masuk ke dalam asosiasi parlemen untuk kepramukaan internasional. Padahal di dalam asosiasi ini diajarkan bagaimana peran parlemen untuk mendukung gerakan Pramuka.

“Jadi apa yang saya pelajari mengelola Pramuka bukan sekadar Komisi X atau Kementerian Pemuda dan Olahraga,” papar Hetifah. “Itu kalau Pramuka benar-benar ingin dijadikan sebagai organisasi untuk mencetak generasi penerus yang memiliki karakter bangsa, semangat nasionalisme, jiwa enterpreunership yang baik, lho.”

sumber : http://hetifah.com/artikel/mengelola-pramuka-yang-independen-dan-lintas-partai.html

Catatan pendek KMD NUSANTARA 2012


Pada tahun 2012 ini UKM Pramuka UAD – Racana K.H & N.H Ahmad Dahlan – Gudep 1511-1512 kembali menyelenggarakan kegiatan KMD (Kursus Mahir tingkat Dasar) yang telah menjadi event rutin setiap 3 tahun sekali. Berbekal dari pengalaman tahun sebelumnya yaitu pada 2009 lalu UKM Pramuka UAD menyelenggarakan KMD dengan lingkup se-DIY-Jawa Tengah telah sukses meraih peserta sebanyak 72 orang. Meskipun masih banyak kekurangan pada pelaksanaannya. Pada tahun 2012 ini kami mencoba untuk melaksanakan dengan lingkup yang lebih luas,yaitu se-Indonesia (Nasional) dan kembali bekerja sama dengan Pusdiklatcab Kota Yogyakarta. Insya Allah event tersebut akan kami laksanakan pada tanggal 15 – 21 Juli 2012 mendatang dengan nama kegiatan “KMD NUSANTARA 2012”.

Dengan optimisme yang tinggi kami yakin akan kembali meraih kesuksesan seperti tahun sebelumnya bahkan lebih. Walaupun pada bulan Juni-Juli  juga dilaksanakan Raimuna Nasional di Papua. Kami memilih pelaksanaannya pada Bulan Juli dikarenakan pada waktu tersebut bertepatan dengan hari libur sekolah dan universitas dan sasaran kami untuk segmentasi peserta adalah para guru,mahasiswa (pandega) dan siswa SMU (Penegak).

Memulai persiapan sejak jauh hari dan koordinasi yang tertata dengan pihak Pusdiklatcab Kota Yogyakarta,kami mencoba untuk membuat konsep agenda tambahan yang diharapkan bisa menjadi nilai tambah pada event KMD kali ini. Selain itu kami juga akan mencoba memberikan fasilitas yang maksimal bagi peserta agar bisa merasa nyaman selama kursus dan berada di Jogja. Secara global pada event KMD ini kami juga akan membubuhkan suasana Jogja dan berharap terutama para peserta yang berasal dari luar Jogja bisa membawa kenangan selama mengikuti KMD di Jogja.

Pada saat ini kami masih dalam tahap persiapan awal dan mematangkan semua perencanaannya. Menjaga kekompakan dari sangga kerja agar bisa memberikan hasil yang maksimal dan solidasi dari semua yang berpartisipasi juga menjadi prioritas utama kami dalam perencanaan. Karena sekecil atau sebesar apapun suatu event yang dilaksanakan membutuhkan kerjasama yang kuat antara satu dengan yang lainnya. Karena kita semua tahu dimanapun dan kapanpun pasti akan ada perbedaan dan pertentangan,akan tetapi jangan jadikan hal itu menjadi ‘perpecahan’. Tetap pertahankan kekompakan dan silaturahmi sebagai keluarga besar Racana K.H & N.H Ahmad Dahlan Gudep 1511-1512.

Oleh karena itu kami semua selaku Keluarga Besar Racana K.H & N.H Ahmad Dahlan Gudep 1511-1512 memohon dukungannya pada semua pihak agar terlaksananya ‘KMD Nusantara 2012’ dengan baik.

by :

Ryon

Sie. Acara KMD Nusantara 2012

Racana K.H & N.H Ahmad Dahlan Gudep 1511-1512

Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Pokok Pokok Penjelasan dan Penjabaran Dasa Darma


Pokok-Pokok Pengertian

 

  1. Dasadarma adalah ketentuan moral. Karena itu, Dasadarma memuat pokok-pokok moral yang harus ditanamkan kepada anggota Pramuka agar mereka dapat berkembang menjadi manusia berwatak, warga Negara Republik Indonesia yang setia, dan sekaligus mampu menghargai dan mencintai sesame manusia dan alam ciptaan Tuhan Yang Mahaesa.
  2. Republik Indonesia adalah Negara hukum yang berdasarkan falsafah Pancasila, Karena itu, rumusan Dasadarma Pramuka berisi penjabaran dari Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari.
  3. Dasadarma yang berarti sepuluh tuntunan tingkah laku adalah sarana untuk melaksanakan satya (janji, ikar, ungkapan kata haaati). Dengan demikian, maka Dasadarma Pramuka pertama-tama adalah ketentuan pengamalan dari Trisatya dan kemudian dilengkapi dengan nilai-nilai luhur yang bermanfaat dalam tata kehidupan.

 

Penjelasan Masing-Masing Darma

 

1. Darma pertama: Takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa

  1. Pendahuluan

Apa yang  tercantum di dalam Trisatya tentang menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan yang terdapat dalam Dasadarma pertama sudah harus sedikit dibedakan bahwa:

Di dalam Trisatya, ungkapan itu merupakan janji (ikrar) seseorang yang diresapkan dalam hati atau dirinya sedangkan dalam hati atau dirinya sedngkan yang ada  di dalam Dasadarma pertama adalah perwujudannya secara kongret dalam tingkah laku ataupun sikapnya,

Atau dengan kaata lain yang ada di dalam Trisatya itu merupakan sesuatu yang ada di dalam batin dan yang terdapat di dalam darma adalah yang tampak lahiriah. Oleh karena itu yang terdapat di dalam Dasadarma bukanlah suatu pengulangan, tetapi penekan.

 

 

  1. Pengertian

1)   Takwa

a)      Pengertian takwa adalah bermacam-macam, antara lain: bertahan, luhur, berbakti,  mengerjakan yang utama dan meninggalakan yang tercela, hati-hati, terpelihara, dan lain-lain.

b)      Pada hakekatnya takwa adalah usaha dan kegiatan seseorang yang sangat utama dalam perkembangan hidupnya. Bagi bangsa Indonesia yang berketuhanan Yang Mahaesa, yang menjadi tujuan hidupnya adalah keselamatan, perdamaian, persatuan dan kesatuan baik didunia maupun dikhirat, Tujuan hidup ini hanya dapat dicapai semata-mata dengan takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, yaitu:

  1. Bertahan terhadap godaan-godaan hidup, berkubu dan berperisal untuk memelihara diri dari dorongan hawa nafsu.
  2. Taat melaksanakan ajaran-ajaran Tuhan, mengerjakan yang baik dan berguna serta menjauhi segala yang buruk dan yang tidak berguna bagi dirinya maupun bagi masyarakat serta seluruh umat manusia.
  3. Mengembalikan, menyerahkan kepada Tuhan segala darma bakti dan amal usahanya untuk mendapatkan penilaian; sebagaimana Tuhan menghendaki sikap ini merupakan sikap seseorang kepada pribadi lain yang dianggap mengatasi dirinya, bahkan mengatasi segala-galanya, sehingga seseorang menyatakan hormat dan baktinya, serta memuji, meluhurkan dan lain-lain terhadap pribadi lain yang dianggap Mahaagung itu,

2)      Tuhan

Di sini kita dapat mencoba memahami pengertian kita tentang Tuhan baaik berpangkal dari kemanusiaan yang antara lain dianugerahi akal budi, maupun dari wahyu Tuhan sendiri yang terdapat dalam kitab suci yang diturunkan kepada kita melalui para Nabi/ Rosul.

a)   Dari segi kemanusiaan (akal budi), Tuhan adalah zat yang ada secara mutlak yang ada dengan. Zat yang menjadi sumber atau sebab adanya segala sesuatu di dalam alam semesta (couse prima atau sebab pertama).

b)   Karena itu, Dia tidak dapat disamakan atau dibandingkan dengan apa saja yang ada. Dia mengatasi, melewati, dan menembus segala-galanya.

c)   Dari wahyu Tuhan sendiri yang dianugerahkan kepada kita melalui firman atau sabdaNya di dalam Kitab suci, kita dapat mengetahui bahwa Dia adalah pencipta Yang Maha Kuasa, Maha Murah, lagi Maha Penyayang Tuhan menjadikan alam semesta termasuk manusia tanpa mengambil suatu bahan atau menggunakan alat. Hanya kaarena afirman-Nya, alam semesta ini menjadi ada. Yang semula tidak ada menjadi ada, dari tingkat yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi dan luhur. Dari yang tiada bernyawa kepada yang bernyawa dan berjiwa, Dari hasil karya Tuhan itu, kita dapat mengenal segala macam sifat Tuhan yang melebihi dan mengatasi apa yang terdapat di dalam alam semesta ini, terutama dari wahyu Tuhan sendiri. Kita juga dapat memahami kegaiban Tuhan. Oleh karena itu, kita tidak dapat membandingkan zat kodrat sifat Ilahi dengan yang ada dalam ala mini. Hal ini juga termasuk dengan sifat Tuhan Yang Mahaesa. Namun sebagai insane manusia, kita akan berusaha memahami apa arti esa pada Tuhan itu.

d)  Esa= satu/tunggal.

e)   Maksudnya bukanlah “satu” yang dapat dihitung. Satu yang dapat dihitung adalah satu yang dapat dibagi atau disbanding-bandingkan. Maka, satu atau esa pada Tuhan adalah mutlak. Satu/tunggal yang tidak dapat dibagi-bagi dan dibandingkan.

f)    “Tiada Tuhan selain Allah”.

 

3)   Berbicara  tentang pengertian taakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa tidak dapat dipisahkan daari pengertian moral, budi pekerti, dan akhlak.

Moral, budi pekerti atau akhlak adalah sikap yang digerakan oleh jiwa yang menimbulkan tindakan dan perbuatan manusia terhadap Tuhan, terhadap sesamamanusia, sesame makhluk, dan terhadap diri sendir. Akhlak terhadap Tuhan Yang Mahaesa meliputi  cinta, takut, harap, syukur, taubat, ikhlas terhadap Tuhan, mencintai atau membenci kare Tuhan. Akhlak terhadap Tuhan Yang Mahaesa mengandung unsure-unsur takwa, berimankepada Tuhan Yang Mahaesa, dan berbudi pekerti yang luhur.

Akhlak terhadap sesame manusia atau terhadap masyarakat mencakup berbakti kepada orang tua, hubungan baik antara sesame, malu, jujur, ramah, tolong menolong, harga menghargai, memberi maaf, memelihara kekeluargaan, dan lain-lainnya. Akhlak terhadap sesam manusia mengandung unsur hubungan kemanusia yang baik akhlak terhadap sesama akhluk Tuhan yang hidup ataupun benda mati mencakup belas kasih, suka memelihara, beradab, dan sebagainya,Akhlak terhadap sesama makhluk Tuhan mengandung unsur peri kemanusiaan.Akhlak terhadap diri sendiri meliputi: memelihara harga diri, berani membela hak, rajin tanggungjawab, menjauhkan diri dari takabur, sifat-sifat bermuka dua sifat pengecut, dengki, loba, tamak, lekas putus asa, dan sebagainya.

Akhlak terhadap diri sendiri mengandung unsur budi pekerti yang luhur, berani mawas diri, dan mampu menyesuaikan diri.

  1. Pelaksanaan

1)      Sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka yang mengarahkan anak didik menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, dan juga karena falsafah hidup bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila, maka sudahseharusnyalah iman kepada Tuhan dari masing-masing anak didik itu diperdalama dan diperkuat.iman anak didik kepada Tuhan itu bellum cukup kalau hanya kita berikan pengajaran lisan/tertullis tanpa ada perwujudan kongkret dalam tingkah lakkku kehidupan anak didik.

Maka, apa yang diimani dari agama dan kepercayaan tentang Tuhan haruslah dijabarkan dalam sikap hidupnya yang nyata dan dapat dirasakan  oleh llingkungannya, karena itu akan terdapat kepicangan apabila Gerakan   Pramuka hanya dapat mengemukakan ajaran tentang takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa ini, tetapi kurang memberikan bimbingan dan kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan darmanya yang pertama ini. Untuk mewujudkan cita-cita Gerakan Pramuka, dalam hal ini banyak caran dan metode yang dapat dilaksanakan, sesuai dengan tingkat umur dan kemampuan anak didik dan kepercayaan masing-masing.

Cara atau metode dapaat berlainan, tetapi tujuannya kiranya hanya satu, ialah terciptanya manusia Indonesia yang utuh dan sempurna (Pancasilais).

Segala macam ketentuan moral/kebaikan yang tersimpan dalamajaran agama (seperti tertera dalam darma-darma yang berikut)seharusnyalah dikembangkan dalam sikap hidup anak didik. Darma-darma itu merupakan bentuk-bentuk perwujudan kongret dari takwanya kepada Tuhan di samping doa, sembahyang, dan bentuk peribadatan lain.

 

 

Sebagai Contoh,Sikap cinta dan kasih sayang, setia, patuh, adil, jujur, suci,dan lain-lain adalah merupakan pengejawantahan dan perwujudan dari ketakwaan seseorang kepada Tuhan. Sulit untuk mengatakan bahwa sebenarnya tidak jujur orang mengarahkan dia itu takwa kepada Tuhan, tetapi dalamhidupnya dia bertindak dan bersikap membenci, curang, tidak adil, dan sebagainya terhadap sesamanya.

2)      Maka dari itu, dalam prakteknya, mengembangan ketakwaan kepada Tuhan dapat dilaksanakan dalam segala kegiatan kepramukaan mulai dari bermain dampai kepada bekerja sama dan hidup bersama.

Dalam kegiatan permainan, kita sudah dapat menamkan sifat-sifat jujur, patuh, setia dan tabah.

Kalau anak sudah dibiasakan bermaian seperti itu, maka dia akan berkembang menjadi pribadi yang baik, berwatak luhur dan berkepribadian.

Akhirnya, akan berguna bagi sesame manusia, masyarakat, bangsa dan negaranya. Semua ini tiada lain didasarkan pada takwanya kepada Tuhan.

3)      Menuntun anak untuk melaksanakan ibadah,

4)      Menyelenggarakan peringatan-peringatan hari besar agama.

5)      Menghormati orang beragama lain.

6)      Menyelenggarakan cermah keagamaan.

7)      Menghormati orang tua.

 

2. Darma kedua: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia

a. Pengertian

1.      Tuhan Yang Mahaesa telah menciptakan seluruh alam semesta yang terdiri dari manusia, binatang, tumbuhan-tumbuhan, dan benda-benda alam.

Bumi, alam, hewan, dan tumbuh-tumbuhan tersebut diciptakan Allah bagi kesejahteraan manusia.Karena itu, sudah selayaknya pemberian Allah ini dikelola, dimanfaatkan, dan dibangun.

Sebagai makhluk Tuhan yang lengkap dengan akal budi, rasa, karsa dan karya, serta dengan kelima inderia manusia patut mengetahui makna seluruh ciptaana-NYa.

Wajar dan pantaslah Pramuka, secara alamiah, melimpahkan cinta kepada alam sekitarnya (benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan), kasih sayang kepada sesama manusia dan sesama hidup serta menjaga kelestariannya.

Kelestarian benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan perlu dijaga dan dipelihara kaarena hutan tanah,  pantai, fauna, dan flora serta laut merupakan sumber alam yang perlu dikembangan untuk menunjang kehidupan generasi kini dan dipelihara kelestariannya untuk kehidupan generasi mendatang.

Di samping itu, sebagai Negara kepulauan pemanfaatan wilayah pesisir dan lautan yang sekaligus memelihara kelestarian sumber ala mini dengan menanggulangi pencemaran laut, perawatan hutan, hutan bakau dan hutan payau, serta pengembangan budi daya laut menduduki tempat yang penting pula.

 

2.      Yang dimaksud dengan cinta dan kasih saying apabila manusia dapat ikut merasakan suka dan derita alam sekitarnya khususnya manusia. Kelompok-kelompok manusia ini merupakan bangsa-bangsa dari Negara yang terdapat di dunia ini. Bila kita ingindan mau mengerti dan bergaul dengan bangsa lain maka rasa kasih sayanglah yang dapat mendekatkan kita dengan siapa pun. Dengan demikian, akan terciptalah perdamaian dan persahabatan antar manusia maupun antar bangsa.

Khususnya sebagai seorang Pramuka menganggap Pramuka lainnya baik dan Indonesia maupun dari bangsa lain sebagai saudaranya kaarena masing-masing mempunyai satya dan darma sebagai ketntuan moral. Pramuka Indonesia yang bertujuan menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur sudah sepantasnyalah jika ia berusaha meninggalkan watak yang dapat menjauhkan ia dengan ciptaan Tuhan lainnya dengan memiliki sifat-sifat yang penuh rasa cinta dan kasih saying.

 

3.      Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan sila kedua dari Pancasila

 

b. Pelaksanaan dalam hidup sehari-hari.

1) Membawa peserta didik kea lam bebas kebun raya agar mengetahui dan mengenal berbagai jenis tumbuhn-tumbuhan, Anjurkanlah kepada meereka memelihara tenaman di rumah masing-masing. Hal ini dapat dijadikan persyaratan untuk mencapai tanda kecakapan khusus.

2) Begitu pula halnya sikap kita terhadap binatang, perkenalakan peserta didik dengan sifat masing-masing jenis binatang untuk mengetahui manfaatnya. Anjurkan juga memelihara dengan baik binatang yang mereka miliki.

 

1.Kasih sayang sesama manusia tidak lepas dari perwujudan kerendahan diri manusia sebagai makhluk terhadap keagungan pencipta-Nya. Ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Mahaesa wajib dihayati sepanjang hidup. Di samping  itu, perlu membangun watak utama antara lain, tidak mementingkan diri pribadi, menghargai orang lain meskipun tidak sebangsa dan seagama. Demikian pula, bersaudara dengan Pramuka sedunia.

 

2.Siapa pun yang kita kenal dan kita dekaaaaati lambaat-laun akan timbul rasa cinta alam dan kasih saying sesama manusia. Rasa inilah yang dapat menggugah rasa dekat dengan Alkhalik, karena tidak terhalang oleh rasa benci, marah dan sifat-sifat yang tidak terpuji, dengan demikian, kita menyadari keagungan Tuhan Yang Mahaesa.

 

3.  Darma Ketiga : Patriot yang sopan dan ksatria

a. Pengertian

1.       Patriot berarti putra tanah air, sebagai seorang warga Negara Reoublik Indonesia, seorang Pramuka adalah putra yang baik, berbakti, setia dan siap siaga membela tanah airnya.

2.       Sopan adalah tingkah laku yang halus dan menghormati orang lain. Orang yang sopan bersikap ramah tamah dan bersahabat bukan pembenci dan selalu disukai orang lain.

3.       Ksatria adalah orang yang gagah berani dan jujur. Ksatria juga mengandung arti kepahlawanan, sifat gagah berani dan jujur. Jadi, kata ksatria mengandung makna keberanian, kejujuran, dan kepahlawanan.

4.       Seorang Pramuka yang mematuhi darma ini, bersma-sama dengan warga Negara yang lain mempunyai satu kata hati dan satu sikap mempertahankan tanah airnya, menjunjung tinggi martabat bangsanya.

5.       Darma ini adlah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila ketiga.

 

b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari

1.      Membiasakan dan mendorong anggota Pramuka untuk:

1.      menghormati dan memahami serta menghayati lambing Negara, bendera sang Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

2.      mengenal  nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sepeerti kekeluaargaan, gotong-royong, rmah tamah, religious, dan lain-lain.

3.      Mencintai bahasa, seni budaya, dan sejarah Indonesia.

4.      Mengerti, menghayaati, mengamalkan dan mengamankan Pancasila.

 

2.      Mengenal adapt-istiadat suku-suku bangsa di Indonesia.

3.      Mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan diri pribadi. Selalu membantu dan membela yang lemah dan yang benar.

4.      Membiasakan diri berani mengakui kesalah dan membenaarkan yang benar.

5.      Menghormati orng tua, guru dan pemimpin.

 

4.  Darma keempaat: Patuh dan suka bermusyawarah.

1.      Pengertian

1.

1.         Patuh berarti setia dan bersedia melakukan sesuaaatu yang sudah disepakati dan ditentukan.

2.         Musyawarah adalah laku utama seorang democrat yang menghormati pendapat orang lain. Orang yang suka bermusyawarah terhindar dari sikap yang otoriter dan semau sendiri. Dalam setiap gerak dan tindakan yang menyangkut orang lain, seorang lain baik dengan orang-orang yang terikat dalam pekerjaan atau dalam bentuk-bentuk organisasi.

3.         Darma adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila keempat.

 

2.      Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari

1.

1.         Membiasakan diri untuk menepati janji, mematuhi peraturan yang ditetapkan di gugusdepan dan mematuhui peraaaaturan di RT/RK, kampung dan desa, sekolah dan peratur perundang-undangan yang berlaku.

Misalnya, setia mengikuti latihan membayar iuran, menaati peraturan lalu llintas dan lain-lain.

1.

1.         Belajar mendengar pendapat orang, menghargai gagasan orang lain.

2.         Membiasakan untuk merumuskan kesepakatan dengan memperhaaatikan kepentingan orang banyak

3.         Membiasakan diri untuk bermusyawarah sebelum melaksanakan suatu kegiatan (misalnya akan berkemah, widyawisata dan lain-lain.

 

5.  Darma kelima: Rela menolong dan tabah

a.  Pengertian

1.      Rela atau ikhlas adalah perbuatan yang dilakukan tanpa memperhitungkan untung dan rugi (tanpa pamrih). Rela menolong berarti melakukan perbuatan baik untuk kepentingan orang lain yang kurang mampu. Dengan maksud, agar orang yang ditolong itu dapat menyelesaikan maksudnya atau kemudian mampu merampungkan masalah seta tantangan yang dihadapi.

2.      Tabah atau ulet adalah suatu sikap jiwa tahan uji. Meskipun seseorang mengetahui bahwa menjalankan tugasnya akan menghadapi kesulitan, tetapi ia tidak mundur dan tidak ragu.

3.      Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila sila kelima.

 

b.  Pelaksanaan dalam Hidup sehari-hari

1.      Membiasakan diri cepat menolong kecelakaan tanpa diminta

2.      Membantu menyeberang jalan untuk orang tua, wanita.

3.      Memberi tempat di tempat umum kepada orang tua dan wanita.

4.      Membiasakan secara bertahap untuk mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari di rumah, dan dimasyarakat..

 

6.  Darma keenam : Rajin, terampil, dan gembira

a. Pengertian

1.      Rajin

Manusia dibedakan dengan makhluk hidup yang lain kaarena ia diciptakan mempunyai akal budi. Dengan demikian harus mengmbangkan diri dengan membaca, menulis, dan belajar, Dengan perkataan lain, ia menjalani proses kodrati dalam mendidik diri.

Lebih-lebih lagi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah melejit demikian cepat, maka menjadi kewajiban kita semua untuk mendorong anak didik (juga orang dewasa) untuk selalu rajin belajar, selalu berusaha dengan tekun, senantiasa tetap mengembangkan dirinya, dan selalu tertib melaksanakan tugas.

2.      Terampil

Setiap manusia haarus beeerupaya untuk dapat berdiri di atas kaki sendiri. Untuk hal itu, yang menjadi syarat utama adalah keahlian dan keterampilan serta dapat mengerjakan suatu tugas dengan cepat dan tepat dengan hasil yang baik.

3.      Gembira

Manusia itu hidup dan menghidupi dengan mencari jalan bagaimana hidup yang baik. Untuk itu ia harus bekerja mencari nafkah, dan bersama-sama dengan orang lain ia bekerja sama.

Banyak kesulitan, rintangan, dan hambatan yang dihadapi. Dan tantangan ini akan diatasi dengan dorongan motivasi yang kuat. Suatu upaya untuk mendapat motivasi ini adalah manusia harus dapat berfikir cerah, berjiwa tenang, dan seimbang.

Hal ini dapat dicapai bila manusia selalu mencari hal-hal yang positip dan optimistis.

Sikap ppositip, optimis ini diperoleh dengan laku yang riang sehingga menimbulkan suasana gembira. Kegembiraan adalah perasaan senang dan bangga yang menimbulkan kegiatan dan bahkan rasa keberanian.

4.      Rajin, terampil, dan gembira perlu selalu diterapkan dalam setiap usaha dan kegiatan.

 

b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-haari

1) Rajin

1.Biasakan membaca buku yang baik.

2.Biasakan untuk membuaat karya tulis.

3.Selenggarakan diskusi-diskusi untuk belajar; mengolah pikiran, mengemukakan pendapat.

4.Tentukan jadwal harian yang tetap untuk belajar.

Belajar selama dua jam sehari adalah layak.

5.Atur kegiatan dengan menyesuaikan dengan kegiatan di sekolah, di rumah dan Gerakan Pramuka.

6.Membiasakan untuk menyusun jadwal kegiatan sehari-hari.

 

2) Bekerja

1.      Jelaskan bahwa dibalik kesulitan, kegagalan, dan kekewaan selalu   terdapat hal-hal yang baik dan berguna.

2.      Biasakan bekerja menurut manfaat dan disesuaikan dengan kemampuan.

3.      Jangan terlula cepat menegur, mengkertik atau menyalahkan orang lain.

4.      Hargai dan atonjolkan suatu prestasi kerja.

5.      Berikan beban dan tugas yang terus berkembang.

6.      Berusaha untuk bekerja dengan rencana.

7.      Bergembiralah dalam tiap usaha.

8.      Selesaikan setiap tugas pekerja, jangan tunda sampai esok hari.

 

3) Terampil

1.      Pilihlah suatu jenis kemahiran dan keahlian yang sesuai dengan bakat.

2.      Latih terus-menerus.

3.      Jangan cepat puas setelah selesai mengerjakan sesuatu.

4.      Mintalah tuntunan dari orang yang lebih berpengalaman.

5.      Jangan menolak tugas pekeerjaan apa pun yang diberikan pada Saudara.

Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan  kemampuan yang ada.

 

7. Darma ketujuh: Hermat, cermat, dan bersahaja

a. Pengertian

1) Hemat

1.      Hemat bukan beraaati “kikir” tetapi lebih terarah kepada dapatnya seorang Pramuka melakukan dan mengunakan suatu secara tepat menurut kegunaannya.

2.      Secara rohaniah, dapat berarti suatu usaha memerangi hawa nad\fsu manusia dari keinginan berlebihan yang merugikan diri sendiri dan orang lain; (uang, mendisiplinkan diri sendiri).

Menghemat bukan berarti a social tapi untuk lebih memungkinkan dalam memberi kemungkinan usaha social ke pihak lain, (luang, tenaga, waktu dan sebagainya) yang lebih menguntungkan.

3.      Secara material, dapat berarti memanfaaatkan sesua(materi) menurut keperluan sehingga usaha tidak berguna dapat dibendung sehingga dapat berguna bagi dia sendiri dan ornag lain.

 

2) Cermat

Cermat lebih berarti “ teliti” sikap lakku seorang Pramuka harus senantiasa teliti baik terhadap dirinya sendiri (introspeksi) maupun yang datangnya dari laur dirinya sehingga ia senantiasa waspada.

Hal ini dapat dilakukan melalui proses berfikir, mengitung, dan mempertimbangkan segala sesuatu, untuk berbuat. Seorang Pramuka harus cerdas, terampil agar ia senantiasa terhindar dari kekeliruan dan kesalahan.

Ia harus berusaha untuk berbuat sesuatu dengan terencana dan yang bermanfaat.

 

3) Bersahaja

Hal ini lebih berarti, sederhana kesederhanaan yang wajar dan tidak berlebih-lebihan sehingga dapat memberi kemungkinan penggambaran jiwa untuk (penampilan diri) dan menimbulkan kemampuan untuk hidup dengan apa yang didapat secaara halal tanpa merugikan diri sendiri dan ornag lain. Ia harus dapat menyerasikan antara keinginkan dan kemampuan, Bersahaja juga dapat berarti keberanian untuk menyatakan sesuatu yang sebenarnya.

b.  Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari

1.

1.         Menggunakan waktu dengan tepat ke sekolah, tidur, makan, latihan dan sebagainya.

2.         Tidak ceroboh.

3.         Bertindak dengan teliti pada waktu yang tepat agar ia tidak dirusakkan oleh keinginan jahat dari luar.

4.         Sadar akan dirinya sebagai suatu pribadi.

5.         Berpakaian yang sederhana tanpa perhiasan yang berlebihan-lebihan

6.         Meneliti sahulu sebellllum berbuat sesuaatu agar terjadi ketepatan di dalam pelaksanaannya.

7.         Penggunaan listrik (siang hari dimatikan).

8.         Pengguna air tidak terbuang percuma.

9.         Memeriksa pekerjaan sebellllum diserahkan kepada Pembina.

10.       Menggunakan uang jajaan dengan hemat.

11.       Membiasakan anak belanja kewarung dan pasar dengan teratur.

12.       Memberi anak tanggung jawab untuk tugs di rumah dan lain=lain.

13.       Membiasakan untuk menabung

14.       Bekerja berdasarkan manfaat dan rencana

.

8. Darma kedelapan: Disiplin,  berani dan  Setia

a. Pengertian

1.        Disiplin dalam pengertian yang luas berarti paaaaaatuh dan mengikuti pemimpin dan atau ketentuan dan peraturan.

2.        Dalam pengertian yang lebih khusus, disiplin berti mengekang dan mengendalikan diri.

3.        Berani adalah suatu sikap mental untuk bersedia menghadapi dan mengatasi suatu masalah dan tantangan.

4.        Setia berarti tetap pada suatu pendirian dan ketentuan.

5.        Dengan demikian, maka berdisiplin tidak secara membabi buta melaksanakan perintah, ketnetuan dan peraturan, sebagai manusia ciptaan Tuhan,  seseorang harus berani berbuaaaat berdasarkan pertimbangan dan nilai yang lebih tinggi.

b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-haaaari

1.      Berusaha untuk mengendalikan            dan mengaaaatur diri (self disiplin).

2.      Mentaati peraaturan.

3.      Menjalani ajaran dari ibadah agama,

4.      Belajaaar untuk menilai kenyataan, bukti dan kebenaran suatu keterangan (informasi).

5.      Patuh dengan pertimbangan dan keyakinan.

 

 

9.  Darma kesembilan: Bertanggungjawab dan dapat dipercaya

a.  Pengertian dan Pelaksanaan dalan Hidup sehari-hari.

1.Yang dimaksud dengan bertanggungjawab ialah:

Pramuka itu bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diperbuat baik atas perinnntah maupun tidak, terutama secara pribadi bertanggungjawab terhadap Negara, bangsa, masyarakat dan keluarga misalnya :

1.      Segala sesuatu yng diperintahkan kepadanya, harus dilakukan dengan penuh rasa tanggungjawab.

2.      Segala sesuatu yang dilakukan atas kehendak sendiri dilakukan  dengan penuh rasa tanggungjawab.

3.      Pramuka harus berani bertanggungjawab atas suatu tindakan yang diambil, di luar perintah yang diberikan kepadanya karena perintah tersebut tidak dapat atau sulit dilaksanakannya,

4.      Seorang Pramuka tidak akan mengelakkan suaatu tanggungjawab dengan suatu alasan yang dicari-cari,

Tujuannya adalah mendidik dan memasukkan suaaatu tanggungjawab yang besar kepadanya.

2.      Yang dimaksud dengan dapat dipercaya ialah: Pramuka itu dapat dipercaya, baik perkataannya maupun perbuatannya.

Misalnya:

1.      Dapat dipercaya itu berarti juga jujur, yaitu jujur terhadap diri sendiri, terhadap anak didik dan terhadap orang lai n terutama yang menyangkut uang, materi dan lain-lain.

2.      Pramuka dapat dipercaya atas kata-katannya, perbuatannya dan lain sebagainya, apa yang dikatakannya tidaklah suaaatu karangan yang dibuat-buat.

3.      Apabila ia ditugaskan untuk melaksanakan sesuatu, maka ia dapat dipercaya bahwa ia pasti akan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.

4.      Dalam kehidupan sehari-hari dimana dan kapan pun juga Pramuka dapat dipercaya bahwa ia tidak akan berbuat sesuatu yang tidak baik, meskipun tidak ada orang yang tahu atau yang mengawasinya.

5.      Selalu menepati waktu yang sudah ditentukan,

Tujuan adalah mendidik Pramuka menjadi oarnag yang jujur dan yang dapat dipercaya akan segalati ngkah lakunya.

 

10. Darma kesepuluh : Suci dalam pikiran Perkataan dan perbuatan

a. Pengertian

1.      Seorang Pramuka dikatakan matang jiwanya, bila Pramuka itu dalam setiap tingkah lakunya sudah mengambarkan laku yang suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

2.      Suci dalam pikiran berate bahwa Pramuka tersebut selalu melihat dan memikirkan sesuatu itu pada segi baiknya atau ada hikmahnya dan tidak terlintas sama sekali pemikiran ke arah yang tidak baik.

3.      Suci dalam perkataan setiap apa yang telah dikatakan itu benar, jujur seerta dapat dipercaya dengan tidak menyinggung perasaan oeng lain.

4.      Suci dalam peerbuatan sebagai akibat dari pikiran dan perkataan yang suci, maka Pramuka itu harus sanggup dan mampu berbuat yang baik dan benar untuk kepentingan Negara, bangsa, agama dan keluarga.

5.      Dengan selalu melakukan pikiran, perkataan dan perbuatan yang suci akan menimbulkan pengertian dan kesadaran menurut siratan jiwa Pramuka sehingga Pramuka itu memukan dirinya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka Antaranya: “…. Menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, tinggi metal-moral budi pekerati dan kuat keyakinan beragamanya…”

b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari

1.        Seorang Pramuka selalu menyumbangkan pikirannya yang baik, tidak berprasangka, dan tidak boleh mempunyai sikap-sikap yang teercela dan selalu menghargai pemikiran-pemikiran orang lain. Sehingga timbul salaing haarga menghargai sesame manusia dalam kehidupannya sehari-hari.

2.        Seorang Pramuka akan selalu berhati-hati dan berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan diri  aterhadap ucapannya, dan menjauhkan diri dari perkataan-perkataan yang tidak pantas dan menimbulkan ketidak percaayaan orang lain.

3.        Seorang Pramuka akan menjadi contoh pribadi dalam segala tingkah lakunya dan menjauhkan diri  dari perbuatan-perbuatan yang jelek yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.

4.        Setiap Pramuka mempunyai pegangan hidup yaitu agama, jelas di sini bahwa Pramuka itu beragama bukan hanya dalam pikiran dan perkataan belaka, tetapi keberagamaan Pramuka tercermin pula dalam perbuatan yang nyata.

5.        Usaha agar Pramuka itu satu dalam kata dan perbuatannya.

 

 

MANAJEMEN PERALATAN DAN PERJALANAN


Persiapan

Untuk merencanakan suatu perjalanan ke alam bebas harus ada persiapan dan penyusunan secara matang. Ada rumusan yang umum digunakan yaitu 4W & 1 H, yang kepanjangannya adalah Where, Who, Why, When dan How.

Berikut ini aplikasi dari rumusan tersebut:

  • Where (Dimana), untuk melakukan suatu kegiatan alam kita harus mengetahui dimana yang akan kita digunakan, misalnya: Tangkiling-Bukit Batu-Palangkaraya.
  • Who (Siapa), apakah anda akan melakukan kegiatan alam tersebut sendiri atau dengan berkelompok. contoh: satu kelompok (25 personil) terdiri dari 5 orang anggota penuh (panitia) dan 20 orang siswa DIKLAT (peserta)
  • Why (Mengapa), ini adalah pertanyaan yang cukup panjang jawabannya dan bisa bermacam-macam contoh : Untuk melakukan DIKLATSAR.
  • When (Kapan) waktu pelaksanaan kegiatan tersebut, berapa lama ? contoh : 23 Februari 2005 sampai dengan 25 Februari 2005

Dari pertanyaan-pertanyaan 4 W, maka didapat suatu gambaran sebagai berikut: pada tanggal 23-25 Februari 2005 akan diadakan DIKLAT, yang akan dilaksanakan oleh 5 panitia dan diikuti 20 orang siswa DIKLAT. Tempat yang digunakan untuk DIKLAT tersebut yaitu di Tangkiling-Bukit Batu-Palangkaraya.

Untuk How [Bagaimana] merupakan suatu pembahasan yang lebih komprehensif dari jawaban pertanyaan diatas ulasannya adalah sebagai berikut :

  • Bagaimana kondisi lokasi
  • Bagaimana cuaca disana
  • Bagaimana perizinannya
  • Bagaimana mendapatkan air
  • Bagaimana pengaturan tugas panitia
  • Bagaimana acara akan berlangsung
  • Bagaimana materi yang disampaikan
  • dan masih banyak “bagaimana ?” lagi (silahkan anda mengembangkannya lagi)

Dari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul itulah kita dapat menyusun rencana gegiatan yang didalamnya mencakup rincian :

  1. Pemilihan medan, dengan memperhitungkan lokasi basecamp, pembagian waktu dan sebagainya.
  2. Pengurusan perizinan
  3. Pembagian tugas panitia
  4. Persiapan kebutuhan acara
  5. Kebutuhan peralatan dan perlengkapan
  6. dan lain sebagainya.

Yang tidak kalah pentingnya adalah anda akan mendapatkan point-point bagi kalkulasi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tersebut.

Packing

Sebelum melakukan kegiatan alam bebas kita biasanya menentukan dahulu peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa, jika telah siap semua inilah saatnya mempacking barang-barang tersebut ke dalam carier atau backpack. Packing yang baik menjadikan perjalanan anda nyaman karena ringkas dan tidak menyulitkan.
Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah :

  1. Pada saat back-pack dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan perjalanan [misalnya pendakian] kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak dan menjadi cepat lelah karena beban backpack anda menekan pinggul belakang. Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung.
  2. Membagi berat beban secara seimbang antara bagian kanan dan kiri pundak Tujuannya adalah agar tidak menyiksa salah satu bagian pundak dan memudahkan anda menjaga keseimbangan dalam menghadapi jalur berbahaya yang membutuhkan keseimbangan seperti : meniti jembatan dari sebatang pohon, berjalan dibibir jurang, dan keadaan lainnya.
    Pertimbangan lainnya adalah sebagai berikut :
  • Kelompokkan barang sesuai kegunaannya lalu tempatkan dalam satu kantung untuk mempermudah pengorganisasiannya. Misal : alat mandi ditaruh dalam satu kantung plastik.
  • Maksimalkan tempat yang ada, misalkan Nesting (Panci Serbaguna) jangan dibiarkan kosong bagian dalamnya saat dimasukkan ke dalam carrier, isikan bahan makanan kedalamnya, misal : beras dan telur.
  • Tempatkan barang yang sering digunakan pada tempat yang mudah dicapai pada saat diperlukan, misalnya: rain coat/jas hujan pada kantong samping carrier.
  • Hindarkan menggantungkan barang-barang diluar carrier, karena barang diluar carrier akan mengganggu perjalanan anda akibat tersangkut-sangkut dan berkesan berantakan, usahakan semuanya dapat dipacking dalam carrier.

Mengenai berat maksimal yang dapat diangkat oleh anda, sebenarnya adalah suatu angka yang relatif, patokan umum idealnya adalah 1/3 dari berat badan anda , tetapi ini kembali lagi ke kemampuan fisik setiap individu, yang terbaik adalah dengan tidak memaksakan diri, lagi pula anda dapat menyiasati pemilihan barang yang akan dibawa dengan selalu memilih barang/alat yang berfungsi ganda dengan bobot yang ringan dan hanya membawa barang yang benar-benar perlu.

Memilih dan Menempatkan Barang

Dalam memilih barang yang akan dibawa pergi mendaki atau kegiatan alam bebas selalu cari alat/perlengkapan yang berfungsi ganda, tujuannya apalagi kalau bukan untuk meringankan berat beban yang harus anda bawa, contoh : Alumunium foil, bisa untuk pengganti piring, bisa untuk membungkus sisa nasi untuk dimakan nanti, dan yang penting bisa dilipat hingga tidak memakan tempat di carrier.

Matras ; Sebisa mungkin matras disimpan didalam carrier jika akan pergi kelokasi yang hutannya lebat, atau jika akan membuka jalur pendakian baru. Banyak rekan pendaki yang lebih senang mengikatkan matras diluar, memang kelihatannya bagus tetapi jika sudah berada di jalur pendakian, baru terasa bahwa metode ini mengakibatkan matras sering nyangkut ke batang pohon dan semak tinggi, lagipula pada saat akan digunakan matrasnya sudah kotor.

Kantung Plastik ; Selalu siapkan kantung plastik didalam carreir anda, karena akan berguna sekali nanti misalnya untuk tempat sampah yang harus anda bawa turun, baju basah dan lain sebagainya. Gunakan selalu kantung plastik untuk mengorganisir barang barang didalam carrier anda (dapat dikelompokkan masing-masing pakaian, makanan dan item lainnya), ini untuk mempermudah jika sewaktu-waktu anda ingin memilih pakaian, makanan dsb.

Menyimpan Pakaian ;
Jika anda meragukan carrier yang anda gunakan kedap air atau tidak, selalu bungkus pakaian anda didalam kantung plastik [dry-zax], gunanya agar pakaian tidak basah dan lembab. Sebaiknya pakaian kotor dipisahkan dalam kantung tersendiri dan tidak dicampur dengan pakaian bersih.

Menyimpan Makanan ;
Pada gunung-gunung tertentu (misalnya Rinjani) usahakan makanan dibungkus dengan plastik dan ditutup rapat kemudian dimasukkan kedalam keril, karena monyet-monyet didekat puncak / base camp terakhir suka membongkar isi tenda untuk mencari makanan.

Menyimpan Korek Api Batangan ;
Simpan korek api batangan anda didalam bekas tempat film (photo), agar korek api anda selalu kering.

Packing Barang / Menyusun Barang Di Carrier ;
Selalu simpan barang yang paling berat diposisi atas, gunanya agar pada saat carrier digunakan, beban terberat berada dipundak anda dan bukan di pinggang anda hingga memudahkan kaki melangkah.

Perlengkapan Pribadi Alam Bebas
Outdoor activity atau kegiatan alam bebas merupakan kegiatan yang penuh resiko dan memerlukan perhitungan yang cermat. Jika salah-salah maka bukan mustahil musibah akan mengancam setiap saat. Sebagai contoh, sebuah referensi pernah mencatat bahwa salah satu kegiatan alam bebas yaitu rock climbing [panjat tebing] merupakan jenis olahraga yang resiko kematiannya merupakan peringkat ke-2 setelah olahraga balap mobil formula-1.

Tentu saja resiko tersebut terjadi apabila safety-procedure tidak menjadi perhatian yang serius, tetapi apabila safety-procedure diperhatikan dan sering berlatih, maka resiko tersebut dapat ditekan sampai titik paling aman.

Perjalanan alam bebas pasti akan bersentuhan dengan cuaca, situasi medan dan waktu yang kadang tidak bersahabat, baik malam atau siang hari, oleh karena itu perlu dipersiapkan perlengkapan yang memadai.

Salah satu “perisai diri” ketika melakukan aktivitas alam bebas adalah perlengkapan diri pribadi. Berikut digambarkan beberapa perlengkapan pribadi standard.

1. Tutup kepala/topi
Untuk melindungi diri dari cuaca panas atau dingin perlu penutup kepala. Dalam keadaan panas atau hujan, maka tutup kepala yang baik adalah yang juga dapat melindungi kepala dan wajah sekaligus. Untuk ini pilihan terbaik adalah topi rimba atau topi yang punya pelindung keliling. Topi pet atau topi softball tidak direkomendasikan.
Pada cuaca dingin malam hari atau di daerah tinggi, maka penutup kepala yang baik adlah yang dapat memberikan rasa hangat. Pilihannya adalah balaklava atau biasa disebut kupluk.

2. Syal-slayer
Slayer atau syal bukan hanya digunakan sebagai identitas organisasi, tetapi sebetulnya mempunyai fungsi lainnya. Syal/slayer dapat digunakan untuk menghangatkan leher ketika cuaca dingin, dapat juga digunakan sebagai saringan air ketika survival. Syal/slayer juga sangat berguna ketika dalam keadaan darurat, baik digunakan untuk perban darurat atau sebagai alat peraga darurat. Oleh karenanya disarankan menggunakan syal/slayer yang berwarna mecolok dan terbuat dari bahan yang kuat serta dapat menyerap air namun cepat kering.

3. Baju
Kebutuhan ini multak, tidak bisa beraktivitas tanpa baju [bayangkan kalau tanpa ini, maka kulit akan terbakar matahari]. Baju yang baik adalah dari bahan yang dapat menyerap keringat, tidak disarankan menggunakan baju dari bahan nilon karena panas dan tidak dapat meyerap keringat. Baju dengan bahan demikian biasanya adalah planel atau paling tidak kaos dari bahan katun.
Pilihan warna untuk aktivitas lapangan seperti halnya juga slayer/syal adalah yang mencolok agar bia terjadi keadaan darurat [misalnya hilang] dapat dengan mudah diidentifikasi dan dikenali.
Dalam beraktivitas di alam bebas jangan pernah melupakan baju salin/ganti, hal ini karena aktivitas lapangan akan sangat banyak mengeluarkan energi yang membuat badan kita berkeringat. Bawalah baju salain 2 atau 3 buah.

4. Celana
Celana lapang yang baik adalah yang memnuhi syarat ringan, mudah kering dan dapat menyerap keringat. Pemakaian bahan jeans sangat tidak direkomendasikan karena berat dan susah kering dan membuat lecet. Celana yang baik adalah kain dengan tenunan ripstop [bila berlubang kecil tidak merembet atau robek memanjang]. Bila aktivitas dilakukan di daerah pantai atau perairan juga baik bila menggunakan bahan dari parasut tipis.
Selain celana panjang, jangan lupa bahwa under-wear juga penting. jangan lupa juga untuk menyediakan serep ganti.

5. Jaket
Salah satu perlengkapan penting dalam alam bebas adalah jaket. Jaket digunakan untuk melindungi diri dari dingin bahkan sengatan matahari atau hujan.
Jaket yang baik adalah model larva, yaitu jaket yang panjang sampai ke pangkal paha. Jaket ini juga biasanya dilengkapi dengan penutup kepala [kupluk]. Akan sangat baik bila jaket yang memiliki dua lapisan (double-layer). Lapisan dalam biasanya berbahan penghangat dan menyeyerap keringat seperti wool atau polartex, sedang lapisan luar berfungsi menahan air dan dingin. Kini teknologi tekstil sudah mampu memproduksi Gore-Tex bahan jaket yang nyaman dipakai saat mendaki bahan ini memungkinkan kulit tetap bernafas, tidak gerah mengeluarkan keringat mampu menahan angin (wind breaking) dan resapan air hujan (water proff) sayang, bahan ini masih mahal. Yang paling baik jaket terbuat dari bulu angsa-biasanya digunakan untuk kegiatan pendakian gunung es].

6. Slepping bag
Istirahat adalah kebutuhan pegiat alam bebas setelah aktivitas yang melelahkan seharian. Tempat istirahat yang ideal adah dengan menggunakan slepping bag [kantong tidur]. Slepping bag yang baik juga biasanya terbuat dari dua sisi, yaitu yang dingin, licin dan tahan air satu sisi, dan yang hangat dan tebal disisi lain. Penggunaannya sesuai dengan cuaca saat istirahat.

7. Sepatu
Sepatu yang baik yaitu yang melindungi tapak kaki sampai mata kaki, kulit tebal tidak mudah sobek bila kena duri. keras bagian depannya, untuk melindungi ujung jari kaki apabila terbentur batu. bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku, ada lubang ventilasi bersekat halus. Gunakan sepatu yang dapat dikencangkan dan dieratkan pemakaiannya [menggunakan ban atau tali. Dilapangan sepatu tidak boleh longgar karena akan menyebabkan pergesekan kaki dengan sepatu yang berakibat lecet. Penggunaan sepatu juga harus dibarengi dengan kaos kaki. Untuk ini juga sebaiknya disediakan kaos kaki serep bial suatu saat basah.

8. Carrier
Carrier bag atau ransel sebaiknya gunakan yang tidak terlalu besar tetapi juga tidak terlampau kecil, artinya mapu menampung perlengkapan dan peralatan yang dibawa. Sebaiknya jangan menggunakan carrier yang mempunyai banyak kantong dibagian luar karena dalam keadaan tertentu ini akan menghambat pergerakan. Gunakan carrier yang ramping walaupun agak tinggi, ini lebih baik daripada yang gemuk tetapi rendah. Sebelum berangkat harus diperhatikan jahitan-jahitannya, karena kerusakan pada jahitan terutama sabuk sandang akan berakibat sangat fatal.

9. Alat masak, makan dan mandi
Perlengkapan sangat penting lainnya adalah alat masak, makan dan mandi. Bagimanapun juga dalam kondisi lapangan kita sangat perlu untuk menghemat aktu dan bahan masalak. Gunakan alat dari alumunium karena cepat panas, untuk ini nesting menjadi pilihan yang sangat baik, disamping dia ringkas dan serba guna. Juga perlu dipersiapkan alat bantu makan lainnya (sendok, piring, dll) dan pastikan bahan bakar untuk memasak / membuat api seperti lilin, spirtus, parafin, dll.
Jangan lupa juga siapkan phiples minum sebagai bekal perjalanan [saat ini banyak tersedia model dan jenis phipless].
Perlengkapan mandi juga sangat penting karena tidak jarang perjalanan dilakukan berhari-hari dengan tubuh penuh keringat. Bawalah alat mandi seperti sabun yang berkemasan tube agar mudah disimpan dan tidak perlu membuang sampah bungkusan disembarang tempat.

10. Obat-obatan dan Survival Kits
Perlengkapan pribadi lainnya yang sangat penting adalah obat-obatan, apalagi kalau pegiat mempunyai penyakit khusus tertentu seperti asma. Disamping obat-obatan juga setidaknya mempunyai kelengkapan survival kits

 

 

sumber : http://perjelajahan.blogspot.com

Bentuk Kepedulian, Pemkot Tomohon Alokasikan Dana 200 Juta Bagi Kepramukaan


Suasana pelantikan MPC dan Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Tomohon.    

Suasana pelantikan MPC dan Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Tomohon.

Sabtu, 18 February 2012 15:47

Tomohon – Dengan melihat betapa pentingnya akan manfaat dari pendidikan kepramukaan, maka dalam APBD 2012 ini, Pemkot Tomohon telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 200.000.000 dalam bentuk dana hibah kepada Kwartir Cabang Pramuka di Kota Tomohon.

Hal tersebut diungkapkan Plt Walikota Tomohon  SE Ak dalam pelantikan Majelis Pembimbing Cabang (MPC) dan Pengurus Kwartir Cabang Masa Bakti 2012 – 2017 Aula Lantai tiga Kantor Walikota Tomohon, Jumat, 17 Februari 2012.

Selain dana tersebut, menurutnya untuk menopang gerak organisasi, Pemkot Tomohon juga telah meminjamkan fasilitas pemerintah dalam bentuk gedung di kompleks perkantoran Depsos Walian guna dijadikan kantor Kwarcab dan diharapkan menjadi tempat untuk meramu berbagai ide-ide yang konstruktif guna kemajuan pendidikan kepramukaan di Kota Tomohon.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Utara Drs MSi dalam sambutannya mengatakan Gerakan Pramuka di Kota Tomohon sudah mampu menampakkan aktifitasnya baik di tingkat Kwartir Cabang Kota Tomohon sendiri maupun di tingkat Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Utara bahkan di tingkat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Dan sehubungan dengan dilantiknya Walikota Tomohon sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Tomohon, dirinya berharap Gerakan Pramuka di Kota Tomohon akan lebih maju dalam pembinaan generasi muda di bawah kepengurusan Kwartir Cabang dan bimbingan Walikota Tomohon sebagi Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Tomohon.

Eman sendiri dilantikan sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Pramuka bersama unsur FKPD beserta sebagian pejabat yang ada di jajaran Pemkot Tomohon. Sementara untuk pengurus Kwartir Cabang Pramuka diketuai oleh, SH beserta pengurus Kwarcab yang dilantik oleh Walikota Tomohon.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulut Drs Alvianus Lomban MSi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah selaku Unsur Majelis Pembimbing Cabang Kota Tomohon, Para Pengurus Kwartir Daerah Sulut, Sekretaris Daerah beserta Para Pejabat di Jajaran Pemerintahan Kota Tomohon, dan Siswa siswi Pramuka Perwakilan SLTP dan SLTA Kota Tomohon. (iker)

sumber :

http://beritamanado.com/tomohon-2/bentuk-kepedulian-pemkot-tomohon-alokasikan-dana-200-juta-bagi-kepramukaan/82037/

Blogger dan Pembina Pramuka


Published By Fauzi EP On Senin, Februari 13th 2012.

 

Ngeblog bagi seorang blogger didasarkan pada niat untuk berbagi pengalaman. Tidak ada seorang pun yang membayar blogger ketika ia menulis pengalamannya dan berbagi informasi lainnya. Blogger melakukan aktivitas bak sukarelawan demi pencerahan bagi orang lain. Niat untuk berbagi dan bekerja dengan sukarela inilah yang semestinya menjadi paradigma pembina pramuka dalam melakukan aktivitas membina kaum muda Indonesia.

Walaupun ada blogger yang melakukan aktivitas bertujuan untuk mencari uang melalui internat, namun sebagian besar blog yang bersifat mencerahkan orang lain didasari atas niat berbagi dan dilakukan secara sukarela. Jika ia mendapatkan uang bukan akibat langsung dari aktivitas ngeblognya. Padahal menulis  bagi sebagian orang merupakan pekerjaan yang sulit dan harus meluangkan waktu. Bahkan untuk mengakses internet seorang blogger harus mengeluarkan uang, namun dunia blogging semakin marak dan menarik diikuti.

Saat ini Gerakan Pramuka sedang mengalami kekurangan pembina pramuka, baik kekurangan dari sisi kuantitas maupun kualitas. Kurangnya jumlah pembina disebabkan membina Pramuka bukan merupakan aktivitas yang menarik karena tidak mendatangkan keuntungan finansial. Untuk memenuhi kebutuhan pembina pramuka ini, sebagian besar gugusdepan (yang berpangkalan di sekolah) menugaskan guru untuk menjadi pembina pramuka. Karena guru yang ditugaskan kurang memiliki pemahaman yang benar tentang ide dasar dan praktek pendidikan kepramukaan maka kualitas pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan pun menjadi kurang baik.

Guru yang ditugasi menjadi pembina pramuka didasarkan oleh perintah kepala sekolah, sehingga ia tidak sanggup menolak. Artinya tugas membina Pramuka tidak berangkat dari niat awal dari diri sendiri untuk berbagi kebaikan membina kaum muda melalui pendidikan kepramukaan. Niat awal inilah yang akan mempengaruhi kualitas seorang pembina pramuka.

Sebagian gugusdepan yang berpangkalan di sekolah ada yang merekrut pembina pramuka dari luar sekolah. Mereka ini biasanya adalah anggota atau mantan anggota Dewan Kerja atau aktivis Gerakan Pramuka yang bersedia mengabdikan dirinya menjadi pembina. Namun jumlahnya masih sedikit sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan pembina pramuka. Di samping itu posisi pembina pramuka dari luar sekolah biasanya tidak mendapatkan tempat sebagaimana mestinya dalam stuktur organisasi gugusdepan. Sehingga ia tidak bisa melakukan pengembangan gugusdepan secara maksimal sesuai dengan rambu-rambu Gerakan Pramuka.

Ketika dunia blogging diwarnai dengan orang-orang yang secara sukarela untuk berbagi kebaikan dan berbagi pengalaman, bisa menginspirasi Gerakan Pramuka untuk menambah jumlah pembina pramuka. Saya pikir masih banyak orang di republik ini yang bersedia mengabdikan dirinya untuk membina kaum muda Indonesia melalui pendidikan kepramukaan.

Persoalannya adalah bagaimana mereka diberi akses ke gugusdepan (yang berpangkalan di sekolah). Untuk itulah perlu adanya kesepakatan antara Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementrian Dalam Negeri. Kesepakatan itu intinya memberikan ruang dan peluang kepada sukarelawan (di luar sekolah) untuk mengabdikan dirinya sebagai pembina pramuka di gugusdepan yang berpangkalan di sekolah.

Di sisi lain Gerakan Pramuka memperbaiki pelaksanaan Kursus Mahir Pembina Pramuka (Dasar dan Lanjutan) menjadi lebih berkualitas. Sebenarnya struktur kurikulum kursus sudah bagus, yang perlu diperbaiki adalah praktek penghayatan mulai dari penghayatan golongan siaga, penghayatan golongan penggalang, penghayatan golongan penegak dan pandega. Materi praktek penghayatan tersebut harus benar-benar dilakukan secara berkualitas sehingga memberikan gambaran yang sesungguhnya tentang praktek latihan kepramukaan.

Bantuan program sudah tersedia dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk pelaksanaan Kursus Mahir bagi Pembina Pramuka. Tahun 2012 bantuan tersebut dialokasikan ke delapan UPT Pusat Ditjen PAUDNI (P2PNFI dan BPPNFI). Alangkah baiknya jika rekrutmen peserta diperluas tidak hanya dari unsur guru, pamong belajar dan birokrasi saja. Namun membuka kesempatan orang dewasa lainnya, yang memiliki niat berbagi kebaikan, untuk mengikuti kursus tersebut.

Saya pikir sudah saatnya memberikan ruang dan peluang kepada orang dewasa yang memiliki niat dan karakter seperti blogger. Diharapkan rekrutmen pembina pramuka tidak hanya berasal dari kalangan guru di sekolah itu. Pun perlu memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada penegak pandega guna mengikuti Kursus Pembina Pramuka, dan mendistribusikan mereka ke gugusdepan sebagai aktivitas bina satuan. Terutama penegak dan pandega yang mempunyai niat berbagi dan mengabdi bagi kaum muda.

 

sumber : http://fauziep.blogdetik.com/2012/02/13/blogger-dan-pembina-pramuka/

Raja Swedia Terkesan Dengan Pramuka Di Bantul


Bantul – 1 Februari 2012,  RESMIKAN DESA PRAMUKA : Raja Swedia yang juga Ketua Pramuka Dunia Carl XVI Gustaf (kedua kiri) mengamati keris hasil kerajinan yang dipamerkan pada peresmian Desa Pramuka di Dusun Nogosari, Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Rabu (1/2). Carl XVI Gustaf selain mengukuhkan Desa Wukirsari sebagai desa pramuka juga meresmikan pendapa Sanggar Among Budoyo Pramuka di desa tersebut.  (ant )
Yogyakarta ( Berita ) :  Raja Swedia Carl Gustaf XVI menyatakan terkesan dengan apa yang telah dikerjakan Pandu atau Pramuka di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang membangun pusat pelatihan yang dibutuhkan masyarakat.
“Saya terkesan dengan Pandu di Bantul yang telah membangun Pendapa Sanggar Pramuka sebagai pusat pelatihan kerajinan batik, wayang kulit, dan karawitan,” kata Carl Gustaf yang juga Ketua Yayasan Pandu Dunia, di Bantul, Rabu [01/02].
Menurut dia saat meresmikan pendapa tersebut di Nogosari, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, dirinya bangga dengan Pandu di Bantul yang telah melakukan pekerjaan besar dan baik. “Saya akan menceritakan hal itu ke seluruh dunia. Saya berpesan lanjutkan apa yang telah dilakukan tersebut dan semoga sukses,” ujarnya.
Ia mengatakan, proyek pembanguan pusat pelatihan seperti itu yang dinamakan “Messenger of Peace” (MoP) yang juga dilakukan kepanduan di berbagai negara, termasuk Arab Saudi.
“MoP bertujuan untuk membantu masyarakat menjadi lebih baik, sehingga dapat dicontoh oleh negara lain. Indonesia telah melaksanakan program tersebut dan diikuti oleh negara lain,” ucapnya.
Menurut dia, Yayasan Pandu Dunia juga akan meluncurkan “website” (laman) baru yang berisi peta negara-negara yang melaksanakan MoP di seluruh dunia.
“‘Website’ itu juga akan menggunakan Bahasa Indonesia, sehingga akan memudahkan Pandu di Indonesia untuk mengaksesnya. Dalam dua bulan ke depan Pandu Indonesia dapat membuka ‘website’ MoP dalam bahasa Indonesia,” paparnya.
Bupati Bantul Sri Suryawidati mengatakan, Pendapa Sanggar Pramuka itu direncanakan menjadi pusat kegiatan yang mendukung usaha kearifan lokal, seperti kerajinan tatah sungging wayang kulit dan membatik.
“Hal itu diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat setempat, sehingga dapat lebih baik di masa depan,” tuturnya.
Menurut dia, di Indonesia terdapat sekitar 21 juta anggota Pandu atau Pramuka yang 35.000 anggota di antaranya berada di Bantul. Hal itu menunjukkan Bantul merupakan kabupaten paling aktif dalam kegiatan kepanduan.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mempunyai komitmen untuk mengembangkan Pramuka dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA),” katanya.
Pada kesempatan itu Raja Swedia didampingi antara lain Menpora Andi Mallarangeng, Duta Besar Swedia untuk Indonesia Ewa Ulrika Polano, Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Mulhim Asyrof, Ketua Kwartir Nasional Pramuka Azrul Azwar.
Kedatangan mereka disambut tembang Projo Tamansari dan Panembromo Kinanti Sobokastowo diiringi alunan gamelan. Selanjutnya, disuguhi tarian tradisional Gambyong sebagai ungkapan selamat datang.

 

(Sumber Berita :  http://beritasore.com)