MAHASISWA VS PRAMUKA


Jumat, 30 September 2011

 

          Sebelumnya saya minta maaf kepada semua pembaca postingan ini,bahwa judul di atas tidak terkait sama sekali tentang tawuran, perkelahian atau bentrokan antara mahasiswa dengan anggota Pramuka. Postingan ini berupa opini dari saya mengenai “fenomena” anggota Pramuka yang berstatus mahasiwa.

             Seperti yang kita ketahui bahwa Pramuka di tingkat universitas (Racana) adalah golongan pandega yang notabene anggotanya merupakan mahasiswa. Kemudian dari situlah muncul beberapa komentar miring tentang mahasiswa yang menjadi/mengikuti kegiatan kepramukaan. Ada sebagian yang mempertanyakan “ngapain mahasiswa koq masih ikut pramuka,kayak anak sekolah aj?”, seperti yang saya alami saat menjadi anggota racana di sebuah perguruan tinggi di Jogja dari komentar beberapa teman saya.

           Mungkin bagi saya pernyataan atau komentar tersebut tidak berpengaruh terhadap prinsip saya untuk menjadi anggota Pramuka,karena Pramuka sendiri sudah tidak asing lagi bagi saya dikarenakan saya sudah berkutat di dunia kepramukaan sejak SD (Siaga) walaupun baru menjadi aktivis sebagai dewan pada saat SMA. Namun bagaimana dengan teman-teman lainnya yang baru mau mencari pengalaman tentang kepramukaan saat usia Pandega? Dari pengalaman saya sendiri sejak menjadi anggota Racana ada sebagian dari mereka yang akhirnya menyerah tidak melanjutkan mengikuti kegiatan Pramuka karena pernyataan/komentar tersebut,apalagi yang berkomentar adalah teman dekat/keluarga mereka yang akhirnya memiliki pengaruh besar. Tapi tidak bisa dipungkiri juga bahwa banyak yang bertahan dari komentar-komentar tersebut dan menjadi sosok yang mumpuni (bermental baja/kuat).

            Seandainya orang-orang yang berkomentar maupun yang memiliki pemikiran seperti itu bisa memahami bagaimana perkembangan Pramuka di tingkat universitas, pasti mereka tidak akan menceletuk seperti itu lagi. Sebagai gambaran umum bagi teman-teman yang baru dalam dunia Pramuka terutama yang ingin mengikuti Racana,bahwa kegiatan di golongan tingkat Pandega dalam hal pengembangan dititikberatkan pada 3 hal,yaitu : satu,Bina/pengembangan diri agar bisa menjadi pribadi yang baik,mandiri dan kreatif serta siap dalam menghadapi dunia kerja nantinya dan saat bermasyarakat. Kedua,Bina satuan yang berarti kita sebagai golongan pandega dipersiapkan untuk menjadi seorang pembina/pendamping untuk adik-adik penerus kita di masa depan serta menjadi seorang yang mampu menjadi teladan. Ketiga, bina masyarakat untuk menjadikan kita sebagai seorang yang siap terjun dalam masyarakat dan lingkungan sekitar karena kita sebagai mahasiswa sudah pasti setelah lulus kita akan hidup di tengah-tengah masyarakat luas bukan lagi hanya dengan teman sekampus/kos/organisasi.

            Dari sedikit tulisan di atas saya ingin menambahkan bahwa Pramuka di tingkat universitas melalui berbagai kegiatan yang dilakukan memang dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja dan masyarakat. Selain itu Pramuka mengajarkan kita untuk saling menghargai dan menghormati kepada semua orang dan alam serta banyak hal lainnya seperti yang tercantum dalam Dasa Dharma Pramuka sebagai kode kehormatan.

            Terus bagaimana dengan jenis kegiatan-kegiatannya yang banyak orang menilai hanya membuang-buang waktu dan merupakan kegiatan anak kecil yaitu “KKN” (Kemah,Keplok,Nyanyi)? Sekali lagi saya mengingatkan bahwa itu penilaian yang kurang benar (bukan salah). Emang sih dalam setiap kegiatan kepramukaan pasti ada kemah,yang bermaksud untuk mendekatkan dan mengenalkan alam untuk kita jaga dan lestarikan. Walaupun begita banyak juga kegiatan Pramuka yang tidak berkemah tetapi tinggal di homestay/penginapan,tergantung dengan jenis kegiatannya aj. Lalu ada keplok (tepuk-tepuk) dan nyanyi,itu juga memiliki peran penting dalam hal psikologi manusia. Kita semua tahu bahwa manusia itu perlu rileksasi atau pengalihan dari jenuh atau stress,bisa dialihkan pada kegiatan keplok/nyanyi gitu juga sebagai pemberi semangat. Tentang pemahaman keplok/nyanyi itu yang menyatakan itu kegiatan anak kecil merupakan SALAH BESAR,coba deh ketahui banyak kan orang suka nyanyi/karaoke serta tempat karaokenya juga pada acara kayak sepakbola gitu,supporternya pasti tepuk tangan untuk memberi semangat. Terus juga bagaimana dengan lagu pramuka yang lirik maupun musiknya kayak lirik&musik anak kecil, lagi-lagi saya katakan SALAH BESAR karena jika teman-teman semua perhatikan liriknya merupakan kata-kata semangat dan musiknya juga dibuat sedemikian rupa untuk membawa rileksasi/kesenangan/kegembiraan bagi para pendengarnya. Karena sedewasa apapun seorang manusia dari sudut pandang psikologi pasti di dalam dirinya ada sisi kekanakan untuk merasakan suatu kegembiraan.

            Sepertinya udah banyak juga ni yang aku tulis,ehhhhh masih juga ada yang komentar miring gitu? Coba kalau emang berani ikut kegiatan Pramuka,jangan Cuma bisa komentar doank. Untuk jenis kegiatan Pramuka golongan Pandega sendiri sangat beraneka ragam seperti adventure:arung jeram,climbing,trekking,dll. Outbond:games,pengembangan diri,dll. Kesehatan, pengamanan, bela negara, lingkungan hidup, kerohanian, dan masih banyak lagi. Seperti seseorang yang pernah berkata kepada saya, “aku ikut Pramuka karena memiliki segudang jenis kegiatan semua menjadi satu di Pramuka.”,tinggal kita saja mau ke arah mana mengembangkan kemampuan kita.

            Maksud dari saya menulis ini adalah untuk memberikan sedikit gambaran kepada orang-orang yang belum memahami tentang Pramuka itu dengan harapan besar mampu mengubah persepsi mereka lebih positif tentang kepramukaan. Banyak hal yang telah saya dapatkan selama menjadi anggota Pramuka baik dari ilmu,pengalaman maupun kerabat/sahabat. Dan semua hal itu tidak akan saya sia-siakan dengan meninggalkan dunia Pramuka,saya akan terus memiliki semangat Pramuka sekalipun saya sudah bukan termasuk anggotanya lagi esok hari.

               Mohon maaf jika ada kekurangan pada tulisan ini,mohon masukkannya dari teman-teman sekalian. sekian dan terima kasih……..

SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN “

Oleh : Ryon, Pandega

  • Biro Diklat, periode 2007 – 2008 dan 2008 – 2009
  • Pemangku Adat, periode 2009 – 2010

Racana K.H & Ahmad Dahlan Gudep 1511 – 1512 Yogyakarta

Universitas Ahmad Dahlan